Banner Food Review
 


























editorial

Untitled Document

Digestive Health

“Death sits in the bowels; a bad digestion is the root of all evil” - Hippocrates, ca. 400 BC

Kesehatan saluran cerna (digestive health) ternyata menjadi fokus utama perhatian masyarakat dunia saat ini. Diyakini bahwa saluran cerna ternyata merupakan suatu sistem kehidupan mikroba (mikroflora) yang rumit; di mana untuk bisa mempertahankan flora normal yang sehat diperlukan zat-zat gizi tertentu. Untuk menggambarkan betapa rumitnya kondisi tersebut; diperkirakan bahwa dalam saluran cerna manusia sehat mengandung 100 triliun organisme dari sekitar 400 spesies yang berbeda.

Lebih dari itu; perubahan kondisi flora saluran cerna ternyata juga berhubungan dengan perubahan kondisi kesehatan dan imunitas tubuh secara umum. Tidak heran jika telah sejak lama, bahkan sebelum diketahui adanya keberadaan dan peranan mikroba usus, peranan kesehatan saluran cerna ini telah menjadi perhatian para ahli kesehatan; temasuk ahli pangan. Menyadari pentingnya mikroflora pada kesehatan tubuh; pemenang Nobel dan bapak Imunologi modern, Elie Metchnikoff, ilmuwan dari the Pasteur Institute, pada awal abad ke-20 memperkenalkan konsep probiotik; yang berarti “for life” sebagai lawan kata dari “antibiotics”. Sejak itu; berkembanglah aneka produk pangan yang mengandung “probiotik”; utamanya dari produk-produk fermentasi.

Saat ini; apalagi dengan berbagai perkembangan ilmu dan pengetahuan, peranan kesehatan saluran cerna terhadap kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi semakin penting. Tidak heran, jika kondisi ini begitu menggoda banyak produsen pangan untuk meluncurkan produk baru dengan klaim yang meningkatkan ”digestive health”. Hasil penelitian yang dilakukan oleh GNPD Mintel menunjukkan, bahwa produk baru dengan klaim yang berkenaan dengan hal tersebut adalah yang paling banyak diluncurkan di seluruh dunia, mengalahkan kategori produk pangan lainnya.

Setidaknya ada tiga jenis ingridien utama yang dapat mendukung fungsi pencernaan, yakni probiotik, prebiotik, dan serat pangan. Di Indonesia, sebagai negara yang juga mengikuti tren pengembangan produk untuk kesehatan saluran cerna tersebut, banyak dikembangkan produk dengan basis ingridien untuk kesehatan saluran cerna ini. Sebut saja aneka minuman probiotik, produk bakery berbahan baku biji utuh (whole grain), hingga aneka jenis snack kaya serat.

Penelitian yang berkaitan dengan eksplorasi –baik pengembangan produk untuk kesehatan saluran cerna maupun pencarian bahan baru yang berpotensi untuk kesehatan saluran cerna juga masih terus dilakukan. Indonesia sendiri memiliki potensi untuk itu. Apalagi, secara tradisional banyak produk yang sebenarnya telah dekat dengan masyarakat Indonesia; misalnya saja dadih, aneka umbi-umbian serta herba, rice bran, dan sebagainya.
Berkenaan dengan hal tersebut, dalam edisi ini FOODREVIEW INDONESIA mengangkat topik khusus mengenai ingridien untuk kesehatan saluran cerna ini. Berbagai informasi berkaitan dengan ingridien tersebut dibahas, termasuk dari segi regulasi yang berlaku di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi kemajuan industri pangan Indonesia. Selamat membaca.

Pemimpin Redaksi
Purwiyatno Hariyadi, Ph.D

Judul
Nama
email
Komentar

Copyright © 2008 foodreview.biz All rights reserved. 2008